← All lessons
All ages

Surat Al-Fatihah as a Remedy

Surah 1 Al-Fatihah

Use the English / Indonesia button at the top of the page to switch language.

Gunakan tombol English / Indonesia di bagian atas halaman untuk mengganti bahasa.

Explanation · Penjelasan

Surat Al-Fatihah as a Remedy Surat Al-Fatihah sebagai Obat

My wonderful student!

Anakku yang hebat!

It makes my heart so happy to see you wanting to learn more about the beautiful blessings of the Qur’an. Grab a comfortable seat, because I have a wonderful and true story to tell you about how Surat Al-Fatihah can be used as a powerful remedy by Allah’s permission.

Hati ku sangat senang melihat kamu ingin belajar lebih banyak tentang berkah indah Al-Qur’an. Duduklah dengan nyaman, karena aku punya kisah indah dan benar tentang bagaimana Surat Al-Fatihah dapat digunakan sebagai obat yang kuat dengan izin Allah.

You see, my dear child, Surat Al-Fatihah is so special that it is known by beautiful names such as:

Lihat, anakku, Surat Al-Fatihah sangat istimewa sehingga dikenal dengan nama-nama indah seperti:

Ash-Shifa’ “The Cure” “Penyembuhan”
Ar-Ruqyah “The Remedy” “Obat / Pengobatan”

It is a cure for our hearts because it teaches us to praise Allah, worship Him alone, ask Him for help, and beg Him for guidance. It can also be recited as ruqyah, a spiritual remedy, when someone is sick or harmed.

Surah ini obat bagi hati kita karena mengajarkan kita memuji Allah, menyembah-Nya saja, memohon pertolongan-Nya, dan memohon petunjuk-Nya. Surah ini juga dapat dibaca sebagai ruqyah, obat spiritual, ketika seseorang sakit atau terluka.

Remember: healing always comes from Allah. We may recite Qur’an, make du‘a, and also use medicine or visit a doctor when needed.

Ingat: penyembuhan selalu datang dari Allah. Kita boleh membaca Al-Qur’an, berdoa, dan juga menggunakan obat atau pergi ke dokter bila perlu.

A wonderful story from Abu Sa‘id Al-Khudri Kisah indah dari Abu Sa‘id Al-Khudri

Let me tell you a wonderful story narrated by the great companion Abu Sa‘id Al-Khudri, may Allah be pleased with him.

Biarkan aku menceritakan kisah indah yang diriwayatkan sahabat mulia Abu Sa‘id Al-Khudri radhiyallahu anhu.

Once, a group of the Prophet’s companions were traveling on a journey. During their travels, they came near a group of people. The leader of that group had been stung or bitten by a harmful creature, and the people were worried because they could not find anyone to help him.

Suatu ketika, sekelompok sahabat Nabi sedang dalam perjalanan. Dalam perjalanan mereka, mereka mendekati sekelompok orang. Pemimpin kelompok itu telah digigit atau disengat makhluk berbahaya, dan orang-orang khawatir karena tidak menemukan siapa pun yang bisa menolongnya.

So they asked the companions, “Is there anyone among you who can perform ruqyah?”

Maka mereka bertanya kepada sahabat-sahabat, “Apakah ada di antara kalian yang bisa melakukan ruqyah?”

One of the companions stood up to help. He went to the tribal chief, and do you know what he recited?

Salah seorang sahabat berdiri untuk menolong. Dia mendatangi pemimpin suku itu, dan tahukah kamu apa yang dibacanya?

He recited Surat Al-Fatihah.

Dia membaca Surat Al-Fatihah.

He did not use magic. He did not use strange words. He recited the beautiful words of Allah from Umm Al-Kitab, Surat Al-Fatihah, as ruqyah. By Allah’s permission, the man was healed.

Dia tidak menggunakan sihir. Dia tidak menggunakan kata-kata aneh. Dia membaca kalam indah Allah dari Umm Al-Kitab, Surat Al-Fatihah, sebagai ruqyah. Dengan izin Allah, orang itu sembuh.

By Allah’s permission, the man was healed.

Dengan izin Allah, orang itu sembuh.

The people were so happy and grateful that they gave the companions a gift of sheep. But the companions were careful. They did not want to use the gift until they returned to Madinah and asked the Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, whether what they had done was correct.

Orang-orang itu sangat senang dan berterima kasih sehingga memberi sahabat-sahabat hadiah berupa domba. Namun sahabat-sahabat berhati-hati. Mereka tidak ingin menggunakan hadiah itu sebelum kembali ke Madinah dan bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam apakah apa yang mereka lakukan benar.

When they told the Prophet, peace and blessings be upon him, what happened, he approved of it. He asked the companion:

Ketika mereka menceritakan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam apa yang terjadi, Beliau menyetujuinya. Beliau bertanya kepada sahabat itu:

“How did you know that it is a ruqyah?”

“Bagaimana kamu mengetahui bahwa itu ruqyah?”

Then the Prophet, peace and blessings be upon him, allowed them to accept the gift and even told them to give him a share.

Kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengizinkan mereka menerima hadiah itu dan bahkan menyuruh mereka memberi bagian kepada sahabat itu.

Isn’t that an amazing story, my dear student?

Bukankah itu kisah yang luar biasa, anakku?

What this story teaches us Apa yang diajarkan kisah ini

Surat Al-Fatihah is not only a surah we recite in salah.
Surat Al-Fatihah bukan hanya surah yang kita baca dalam shalat.
It is also a surah of praise, guidance, du‘a, healing, and protection by Allah’s permission.
Surah ini juga surah pujian, petunjuk, doa, penyembuhan, dan perlindungan dengan izin Allah.
When we recite it with faith, sincerity, and trust in Allah, we remember that Allah is the One who cures, protects, guides, and helps us.
Ketika kita membacanya dengan iman, keikhlasan, dan tawakal kepada Allah, kita ingat bahwa Allah-lah Yang menyembuhkan, melindungi, memberi petunjuk, dan menolong kita.

So keep loving the Qur’an, my dear child. It is our guide, our light, and a beautiful cure for our hearts.

Jadi teruslah mencintai Al-Qur’an, anakku. Al-Qur’an adalah petunjuk kita, cahaya kita, dan obat indah bagi hati kita.

May Allah make the Qur’an the light of our hearts and a healing for us. Amin.

Semoga Allah jadikan Al-Qur’an cahaya hati kita dan penyembuhan bagi kita. Amin.

Login to Mark Complete